Setiap individu merupakan suatu hal yang unik, dalam bentuk wujud maupun tidak wujud, dalam diri seseorang ada sesuatu yang sifatnya abstrak, dalam pengembang potensi dapat dikatakan sebagai pencarian jati diri, jati diri sifatnya intelektual dan psikomotorik, bahkan dapat dikaitkan dengan psikologis.
Pada poin ini ingin menguak tentang usaha penemuan potensi pada diri sendiri dan kelompok, dapat kita kelompokkan bahwa usaha ini ada untuk diri sendiri dan orang lain. Sebelum masuk di poin poin usaha tersebut bahwa harus kita fahami mengenai dasar dan tujuan akan itu, dasar mengenai menggali potensi tersebut dapat kita lihat bahwa zaman terus berjalan dan IPTEK terus berkembang, dan banyak sekali muncul seorang individu dengan kemampuan yang luar biasa di bidangnya, maka dari itu yang dimaksud dengan dibidangnya inilah yang dikatakan sebagai orang yang profesional, orang yang profesional dibidangnya akan sangat mudah mendapat status sosial di masyarakat, walau tujuan inti dari menggali potensi bukanlah mencari status sosial, namun adapun tujuannya tidak lepas dari mengikuti zaman dan menyesuaikan diri dari segi psikologis dengan lingkungan, maka dari itu, seorang yang mempunyai potensi profesional akan tidak lepas dari kemampuan diri dan keterampilan.
Adapun tujuan dari menggali potensi pada diri ini adalah untuk kebutuhan individu dan kelompok, manusia terus berkembang di zamannya, maka dari itu kebutuhan psikologis akan muncul, adapun dia untuk diri sendiri maupun kelompok, maka dari itu kita sering menjumpai seseorang dengan potensi yang berbeda beda, dan tidak lupa apapun itu kita sebagai makhluk sosial yang tidak lepas dari orang lain. Jadi kita perhatikan banyak sekali orang yang butuh dengan orang lain, dengan contoh, seorang bos butuh kepada arsitektur untuk memgatur instrumen gedung, dan tukang dibutuhkan oleh calon pemilik rumah, dan lain lain, maka dari itu, kita mempunyai potensi mari kita galih dan kita temukan, dan disitulah kita akan dibutuhkan oleh orang lain, sejatinya bukan seberapa banyak yang kita punya, tapi seberapa banyak kita manfaat terhadap orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar