Madu Rupa
Semerbak prasa dalam satuan manis,
Berbunga merah dalam nakula sadis,
Semampir kikir yang tak terhingga,
Hanya membuat hati gelisah susah.
Wahai rupa, segeralah tunduk dalam sujud,
Bukan tunduk dalam mardud,
Apalagi maksud yang sesat berirama klasik,
Dalam hunian manisnya madu,
Rupawan getar harta syahdu,
Segeralah manis,
Hantarkan pangkuan eksis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar